Saturday, 5 August 2017

Dhaneswara's Indonesian FPL Hints

Sebagai penggiat dan pecinta sepakbola, bermain Fantasy Premier League (FPL) adalah salah satu wadah saya untuk menyalurkan kecintaan saya terhadap sepakbola. Namun, keberhasilan meraih ranking 124 di dunia dan menjadi runner up di Indonesia pada musim 16/17 adalah suatu pencapaian yang tidak pernah saya bayangkan apalagi ditargetkan sebelumnya karena saya tidak pernah mengklaim bahwa saya ahli dalam bermain FPL, bahkan saya termasuk pendatang baru di FPL. Apakah ada faktor keberuntungan? Tentu saja. FPL adalah permainan prediksi yang dimana faktor keberuntungannya sangat tinggi. Pada saat tertentu kalian bisa sangat beruntung, namun bisa saja di saat yang lain kalian menjadi sangat sial. Maka itu, untuk meminimalisir faktor keberuntungan, diperlukan strategi yang tepat, terutama bagi kalian yang bermain FPL dengan serius. Maka itu, seiring dengan mendekatnya waktu kick off Premier League musim 17/18, saya akan mencoba memberikan beberapa strategi yang saya pakai dalam bermain FPL:
    
  1. Strategi utama saya dalam bermain FPL itu sangat sederhana, yaitu dengan menyempatkan diri untuk menonton pertandingan-pertandingan Premier League setiap minggunya. Terdengar klise, namun efek dari menonton pertandingan tidaklah sepele. Dengan menonton, saya dapat melihat pergerakan pemain secara keseluruhan sehingga saya dapat menganalisis dan memilah pemain mana yang dapat memberikan banyak poin, dan pemain mana yang mungkin tidak akan memberikan banyak poin. Jika memang tidak sempat menonton, paling tidak sempatkan menonton highlight pertandingan.

  2. Perbarui informasi tentang FPL sesering mungkin. Strategi ini juga krusial. Hanya dengan bermodal kuota internet, saya dapat menggali informasi sebanyak mungkin tentang FPL setiap harinya seperti tentang perkembangan cedera pemain dan kenaikan atau penurunan harga pemain dari berbagai sumber. Pada saat ini, sudah tidak sulit mencari sumber informasi untuk FPL di internet, baik yang berbahasa Inggris maupun berbahasa Indonesia.

  3. Sebisa mungkin jangan menggunakan point hits. Sebagaimana diketahui, point hits adalah minus poin yang diberlakukan jika kita melakukan transfer pemain melebihi jatah transfer yang diberikan kepada kita. Setiap satu kelebihan transfer diberikan minus 4 poin. Dengan menggunakan point hits, maka saya memberikan lawan saya keuntungan sebelum game week (GW) dimulai. Serta, pemain yang saya transfer untuk point hits tersebut paling tidak harus berkontribusi secara langsung untuk mengkompensasi minus 4 poin tersebut. Menurut saya, point hits hanya boleh dilakukan jika memang tim kalian mengalami badai cedera, jika kalian memang sangat yakin bahwa pemain yang kalian transfer dapat langsung memberikan banyak poin, atau jika transfer tersebut diprediksi akan memberikan keuntungan jangka panjang.

  4. Jangan terfokus pada harga tim. Musim lalu, saya melihat ada beberapa pemain FPL yang memfokuskan pada harga tim, bahkan hingga menggunakan banyak point hits. Namun sayangnya, saya tidak melihat jika harga tim berbanding lurus dengan ranking. Lagipula, jika melakukan transfer dengan tepat, maka harga tim akan naik dengan sendirinya.

  5. Gunakan chips pada waktu yang tepat. Mengingat jatah chips yang sangat terbatas, saya benar-benar menyimpan dan baru menggunakannya pada waktu yang tepat. Penggunaan chips dengan tepat sangat penting, terutama dimana saat saya melakukan second wildcard di GW 36 dan bench boost di GW 37 karena terbukti ranking dunia saya berhasil melompat cukup jauh dari ranking 1393 sebelum GW 36 dimulai menjadi ranking 192 setelah GW 37 selesai bergulir.

  6. Hati – hati dengan bandwagon. Masih ingat dengan Etienne Capoue di awal musim 16/17? Pemain ini sangat saya ragukan, namun terus mencetak gol di awal musim 16/17. Pada akhirnya, saya tergoda untuk memasukkan dia ke tim saya pada GW 6. Namun apa hasilnya? Begitu dia berada di tim saya, Capoue tidak pernah lagi sekonsisten sebelumnya. Pelajaran dari hal ini adalah dengan tidak langsung mempercayai bandwagon, karena jelas Capoue bukan Aguero atau Kane.

  7. Keuntungan bermain di kandang. Sebenarnya sudah bukan rahasia lagi jika tim yang bermain tandang akan cenderung lebih kesulitan jika dibandingkan tim yang bermain di kandang. Berdasarkan asumsi itu, seringkali saya menggunakan faktor tersebut dalam memilih pemain di tim saya ataupun dalam memilih kapten. Contoh terbaik pada musim lalu adalah Burnley yang sangat kokoh di kandang. Sudah tak terhitung berapa kali Tom Heaton memberikan poin clean sheet, poin saves hingga poin bonus terutama ketika ia bermain di kandang. Namun, jangan sesekali memilih pemain dari tim yang performanya secara keseluruhan memang sedang benar-benar buruk meskipun tim tersebut bermain di kandang.

  8. Jangan terburu-buru dalam melakukan transfer. Hal ini masih terkait dengan poin nomor 4 dimana banyak pemain FPL yang melakukan transfer terlalu awal untuk mengejar kenaikan harga pemain. Saya seringkali melakukan transfer sejam sebelum deadline setelah saya memastikan bahwa sebelas pemain saya siap bermain (terbebas dari cedera dan hukuman). Tips dari saya adalah pantau konferensi pers dari manajer sebelum pertandingan, dimana biasanya mereka memberikan banyak informasi mengenai pemain yang cedera hingga starting line-up.

  9. Moto terbaik yang saya temukan di internet mengenai FPL adalah bahwa FPL itu adalah lomba marathon, bukan lomba sprint. Maka karena itu, tidak perlu panik jika mengalami GW yang buruk atau awal musim yang buruk karena yang benar-benar dinilai adalah ranking kalian setelah musim berakhir.

  10. Adaptif. Memiliki prinsip atau cara bermain sendiri dalam bermain FPL tentu penting, namun harus dicatat bahwa musim ini dapat berbeda dari musim lalu, dan musim depan dapat berbeda dari musim ini. Karena itu, jangan takut dengan perubahan. Jika pada musim-musim sebelumnya formasi 3-4-3 atau 3-5-2 jamak digunakan, tidaklah tidak mungkin jika formasi empat bek akan lebih menuai kesuksesan pada musim 17/18. 

    English translation:
     As a football lover, playing Fantasy Premier League (FPL) is one of my containers to channel my passion for football. However, the success of ranking 124th in the world and being runner up in Indonesia in the 16/17 season is an achievement that I never imagined could happen, let alone targeted before because I never claimed that I am an expert in playing FPL. In fact I am a newcomer to FPL. Is there a luck factor? Of course. FPL is a prediction game, where a lot of luck is required. At a certain moment you can be very lucky, but it could be at other times you become very unlucky. Therefore, to minimize the luck factor, a proper strategy is needed, especially for those of you who play FPL seriously. And so, as the kick off of the 17/18 Premier League season draws closer, I will try to give some of my tips that helped me last season

        
    My main strategy in playing FPL is very simple, that is by taking the time to watch Premier League matches every week. Sounds cliche, but the effect of watching the game is not trivial. By watching, I can see the movement of the player as a whole so I can analyze and sort out which players can give a lot of points, and which players might not give me many points. If it does not have time to watch, at least a time to watch the highlight of the match.

       
    Keep up-to-dat with information about FPL as often as possible. This strategy is also crucial. I searched information about FPL players almost every day from injuries to the potential increase or decrease in FPL player prices from various sources. Nowadays, it is not difficult to find sources of information for FPL on the internet.

        
    Avoid excessive points hits' as much as possible. As is known, point hits are minus points that apply if we transfer players beyond the transfer allowance given to us. Every single non-free transfer costs 4 points. By using point hits a lot, you're effectively giving opponents a profit before the game week (GW) begins. Also, the player transferred in for that point hits must at score big to compensate for the minus 4 points. I think the point hits should only be done if your team is having an injury crisis, if you are very confident that the player you are transferring can directly give you a lot of points, or if the transfer is predicted to provide long-term benefits.

        
    Do not focus on team pricing. Last season, I noticed there were some FPL players who focused on team pricing, even using a lot of point hits. But unfortunately, I do not see if the price of the team is directly proportional to the ranking. After all, if doing the right transfer, then the team price will go up by itself.

        
    Use chips at the right time. Given the very limited quota of chips, I actually save and just use them at the right time. Proper use of chips is very important, i.e. I used the second wildcard in GW 36 and bench boost in GW 37 which helped my OR jump from 1393th before GW 36 to 192nd after GW 37.

        
    Be careful with bandwagons. Remember Etienne Capoue at the start of the 16/17 season? I doubted his long-term ability but finally bought him after GW 6. But what was the result? Once he was in my team Capoue's consistency stopped. The lesson of this is to be cautious of bandwagons, as in the example above Capoue was not Aguero or Kane.

        
    The advantage of playing at home is powerful. Actually it is no secret if the team who is playing away will find it harder to win. Based on that assumption, I often use that factor in choosing players on my team or in selecting captains. The best example of last season was a very solid Burnley at home. There were countless times Tom Heaton provided clean sheet points and points saves which helped create bonus points, especially when he is playing at home.

        
    Do not rush to transfer. It is still linked to point number 4 where many FPL players are transferring too early to pursue the player price increase. I often transfer just before the deadline.
      


https://twitter.com/FPLHints/status/887091915438555137